Minggu (07/29) pagi, Lombok yang merupakan salah satu pulau tujuan wisata yang tengah naik daun di mata wisatawan asing diguncang gempa hebat berkekuatan hingga 6,4 skala Richter. Dahsyatnya gempa, membuat warga Lombok termasuk turis asing berlarian menyelamatkan diri ke tempat-tempat terbuka seperti lapangan.
Tepatnya pukul 05.47 WIB, gempa dengan lokasi berada di 47 kilometer timur laut kota Lombok, Mataram, dengan kedalaman gempa 42 kilometer terjadi. Bahkan warga di Pulau Sumbawa dan Pulau Bali ikut merasakan guncangan gempa Lombok ini. Muhammad Sadly yang merupakan Deputi Geofisika BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menjelaskan bahwa Lombok mengalami gempa akibat adanya aktivitas sesar naik di bagian belakang busur Flores atau dikenal dengan “Flores back arc thrust”.
Selain itu, gempa tersebut juga dipicu oleh “thrust fault” atau dikenal dengan deformasi batuan dimana mengalami mekanisme gerakan ke atas atau naik sehingga menimbulkan gempa. Gempa awal pada Minggu dini hari ini kemudian diikuti gempa-gempa susulan bahkan tercatat terjadi 133x gempa susulan dingga pukul 14.00 WIB di hari yang sama. Gempa susulan tersbut bahkan sampai menyentuh angka magnitudo 5,7 SR.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yaitu Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa area terdampak gempa paling parah berada di Kabupaten Lombok Timur. Tercatat 1000 unit rumah mengalami kerusakan pada bencana alam gempa ini.
Dalam rapat terbatas bersama jajaran kabinet, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh jajarannya peduli & membantu masyarakat yang terkena musibah. Perintah ini langsung ditujukan Presiden kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Panglima TNI, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan, serta Menteri Sosial untuk terjun langsung serta peduli membantu korban gempa Lombok.
Bantuan Tim Kokola Peduli Lombok
Kokola Group sebagai salah satu produsen makanan bersertifikat Halal ikut tergerak dan peduli membantu meringankan beban masyarakat Lombok yang tertimpa bencana alam. Beberapa titik lokasi di Pulau Lombok menjadi target tim Kokola untuk dapat berbagi meringankan beban para korban bencana alam.
Lombok Timur merupakan daerah dengan kerusakan terparah akibat gempa dan masuk dalam titik tujuan bantuan tim Kokola Peduli. Desa Lendang Belo Lombok, Batu Basong, Kerumut, Batu Yang, Pohgading, Pesugulan, Karangbaru, Bebidas, Mamben Lauk, Mamben Daya, dan Bagek merupakan desa-desa di Lombok Timur yang dikunjungi Tim Kokola dalam menyalurkan bantuan kepada warga di daerah ini.

Bantuan Kokola Group juga menyentuh Lombok Barat dan Lombok Utara. Beberapa spot desa menerima bantuan Kokola. Desa-desa tersebut diantaranya yaitu Desa Segigi, Lembar, Sayang-sayang, Lingsar, Wadon, Kekait, dan Batulayar, merupakan Desa penerima bantuan Kokola di Lombok Barat. Selanjutnya di Lombok Utara ada Desa Ancak, Pemenang dan Tanjung.
Manager Public Relation Kokola Group, Andi Fian Octavia menjelaskan bahwa Desa-desa tersebut memiliki persentase tingkat kerusakan cukup tinggi mencapai 80 persen akibat bencana gempa ini. Sehingga dirasa perlu untuk menghandirkan bantuan yang dapat meringankan beban bagi para pengungsi korban gempa tersebut.

Sebanyak 36.000 wafer dan biskuit diberikan Kokola Group sebagai bantuan logistik untuk para korban gempa yang berada di pengungsian. Selain bantuan logistik berupa makanan pendamping, Kokola juga memberikan bantuan berupa perlengkapan ibadah, selimut serta bantuan pakaian. Dengan bantuan kebutuhan ini, tim Kokola peduli berharap para pengungsi dapat lebih mudah menunjang kebutuhan konsumsi sehari-hari yang sangat sulit di dijangkau pada kondisi tersebut.
Bentuk kepedulian Kokola untuk meringankan beban korban bencana alam ini merupakan salah satu wujud dari moto “Sharing Happylicious” atau komitmen Kokola Group dalam berbagi kebahagian serta kenikmatan kepada sesama baik itu dalam keadaan susah & senang, serta menjadi upaya sosialisasi makanan Halal kepada masyarakat luas.










